YUK SIMAK METODE PEMERIKSAAN CEDERA WHIPLASH 

Pemeriksaan cedera whiplash – kita semua sepakat bahwa tidak ada satu orang pun yang menginginkan cidera atau memiliki gangguan kesehatan. Dengan gangguan kesehatan, kita akan dengan mudah kehilangan banyak hal sepertu uang, waktu, kesempatan, hingga momen bersama kerabat dan saudara dekat.

Sayangnya, menghindari gangguan kesehatan tidaklah semudah yang dibayangkan. Butuh upaya dan penanganan khusus agar Anda benar-benar terbebas dari gangguan kesehatan.

Whiplash adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh manusia. Dikutip dari hellosehat.com, whiplash muncul akibat gerakan mendadak pada salah satu area tubuh. Gerakan yang mendadak inilah yang kemudian menyebabkan area tubuh tersebut mengalami cidera dan harus dirawat.

Penanganan cidera whiplash sendiri bisa dilakukan secara mandiri. Tapi jika Anda menginginkan penanganan yang lebih kompleks dan efektif, Anda bisa melibatkan unsur medis untuk menangani masalah ini.

Tapi sebelum dilakukan penanganan, Anda akan terlebih dulu diperiksa dan diagnosis. Pemeriksaan cedera whiplash sendiri dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan cidera.

Pada dasarnya pemeriksaan cidera ini sedikit sama dengan pemeriksaan cidera-cidera lainnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan lengkap seputar tahapan pemeriksaan cedera lecutan berikut ini.

WAWANCARA ANTARA PASIEN DENGAN DOKTER – PEMERIKSAAN CEDERA WHIPLASH 

Wawancara antara dokter dengan pasien umum dilakukan untuk pemeriksaan mana pun. Ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai gejala dan apa yang sedang dirasakan oleh pasien.

Dengan wawancara, dokter akan menemukan gejala secara lebih jelas dan mendalam. Dengan begitu, dokter bisa dengan mudah menarik kesimpulan.

Namun tentu saja, wawancara yang dilakukan di sini bukanlah wawancara yang sekedar bertanya. Wawancara yang dilakukan oleh dokter adalah wawancara yang juga diimbangi dengan data. Maksudnya, saat dokter sedang wawancara dan mendengarkan jawaban, dokter sudah memiliki data dan gambaran mengenai penyakit apa yang memiliki gejala yang dialami pasien. Sekali lagi, pencocokan ini dilakukan untuk kesimpulan pada akhir pemeriksaan.

PEMERIKSAAN FISIK PASIEN – PEMERIKSAAN CEDERA WHIPLASH 

Karena cidera adalah masalah fisik, Anda akan diarakan untuk diberikan pemeriksaan fisik. Pmeriksaan ini umumnya melibatkan pengecekan area tubuh yang terindikasi mengalami whiplash. Nanti, area tubuh tersebut akan dicek dan dicermati; apakah memiliki memar atau tidak.

Pemeriksaan fisik sendiri umumnya dilakukan dalam waktu yang relatif lama; tergantung pada area yang terindikasi. Semakin tertutup area tersebut, semakin lama proses pemeriksaannya.

PEMERIKSAAN DENGAN FOTO RONTGEN – PEMERIKSAAN CEDERA WHIPLASH 

Pada beberapa kasus, Anda juga akan diarahkan untuk melakukan foto rontgen. Pemeriksaan ini dilakukan manakala Anda mengalami kecelakaan dan terindikasi mengalami whiplash. Jika sudah begini, Anda akan diarahkan untukmelakukan pemeriksaan rontgen.

Pemeriksaan rontgen berguna untuk mengetahui apakah Anda punya masalah dengan keretakan tulang, patah tulang atau sejenisnya pasca kecelakaan.

Oh ya, berbicara mengenai kecelakaan. Dikutip dari alodokter.com, kecelakaan sendiri adalah satu dari sekian penyebab whiplash. Kecelakaan menduduki peringkat pertama sebagai penyebab masalah kesehatan ini.

Nah, itulah tadi beberapa pemeriksaan cedera whiplash. Pemeriksaan ini di atas adalah yang paling sering dilakukan. Namun demikian, pemeriksaan-pemeriksaan tersebut adalah pemeriksaan paling efektif untuk mengetahui kondisi whiplash seseorang. Dengan melakukan ketiganya, dokter bisa tahu lebih jauh mengenai kondisi pasien.

Lantas, kapan kita harus ke dokter dan melakukan pemeriksaan ini? Lakukanlah pemeriksaan di atas manakala Anda sudah mendapati gejala whiplash. Jika sudah ada gejala yang muncul, segeralah hubungi dokter. Menghubungi dokter lebih dini akan membuat Anda memiliki resiko lebih kecil mendapatkan komplikasi whiplash.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*